Senin, 11 Oktober 2010

dreams

Diskusi  | Bury | Tagged: mimipi unik aneh unik Add To 
20 FAKTA MENARIK TENTANG MIMPI

Setiap orang pasti bermimpi (ya, baca saja nomor 3). Tetapi, apakah Anda concern terhadap mimpi Anda atau hanya menikmatinya saja? Berbagai penelitian dilakukan untuk mencari tahu lebih banyak tentang misteri kehidupan manusia ini. Setiap tahun, para ilmuwan dan organisasi nasional melakukan studi dan eksperimen terhadap mimpi manusia. Ilmu yang mempelajari mimpi disebut oneirologi. Penelitian sedang dilakukan, tapi sebagai seorang manusia, kita hanya tahu sedikit tentang isi dan tujuan mimpi kita. Pastinya, gambar, pikiran, dan emosi yang melewati tubuh kita ketika tidur dapat memberi pengaruh besar terhadap kehidupan sehari-hari. Perlu diketahui bahwa kata dream berasal dari Bahasa Inggris Abad Pertengahan dreme, yang berarti kesenangan dan musik. Inilah beberapa fakta menarik yang merupakan hasil penelitian tersebut:

1. Orang buta bermimpi

Orang yang buta setelah lahir dapat melihat gambar-gambar dalam mimpi mereka. Orang yang terlahir buta tidak melihat gambar apapun, tapi memiliki mimpi sadar yang melibatkan perasaan lain seperti pendengaran, penciuman, penyentuhan dan emosi. Sulit bagi orang yang tidak buta bermimpi, tapi keinginan tubuh untuk tidur sangat kuat sehingga tubuh mampu menangani semua situasi fisik secara virtual untuk menciptakan mimpi tersebut.

2. Anda lupa 90% mimpi Anda
Setelah 5 menit berjalan, setengah mimpi Anda akan terlupakan. Dalam 10 menit, 90% terlupakan. Penyair terkenal, Samuel Taylor Coleridge, bangun di suatu pagi, mengalami mimpi yang fantastik (kemungkinan karena kecanduan opium) – ia menulis di kertas dan mulai menceritakan “pemandangan di dalam mimpinya” yang kemudian menjadi salah satu puisi terkenal di Inggris. Setengah jalan (54 baris), ia terganggu oleh “Person from Porlock“. Coleridge kembali ke puisinya tapi tak dapat mengingat kembali seluruh mimpinya. Puisi tersebut tak pernah selesai.

In Xanadu did Kubla Khan
A stately pleasure-dome decree:
Where Alph, the sacred river, ran
Through caverns measureless to man
Down to a sunless sea.
[...]

Anehnya, Robert Louis Stevenson membuat kisah Doctor Jeckyll dan Mr. Hyde setelah ia bermimpi (Bisa dibaca di Wikipedia). Cerita Frankenstein oleh Mary Shelley juga hasil dari mimpi.

3. Setiap orang bermimpi

Setiap manusia pernah bermimpi (kecuali karena kelainan psikologi yang ekstrim), tapi pria dan wanita memiliki mimpi yang berbeda dan reaksi fisik yang berbeda juga. Pria biasanya bermimpi tentang pria lain, sementara wanita biasanya bermimpi tentang pria dan wanita. Selain itu, pria dan wanita mengalami reaksi fisik seksual terhadap mimpi mereka apakah mimpi itu tentang seks atau tidak; pria mengalami ereksi dan wanita mengalami aliran darah vagina yang meningkat.

4. Mimpi mencegah psikosis
Dalam studi tidur terbaru, peserta yang terbangun di awal setiap mimpi, tapi masih punya 8 jam tidur tersisa, semuanya mengalami kesulitan dalam konsentrasi, iritabilitas, halusinasi, dan tanda-tanda psikosis setelah 3 hari. Ketika dibolehkan tidur REM, otak peserta kembali pulih dengan adanya peningkatan persentase tidur yang dihabiskan dalam tahap REM.

5. Kita hanya memimpikan apa yang kita tahu

Mimpi kita biasanya penuh dengan orang asing yang memainkan bagian-bagian tertentu – tahukah Anda bahwa pikiran Anda tidak menemukan wajah-wajah tersebut- semuanya wajah asli dari orang yang asli yang pernah Anda lihat sepanjang hidup, tapi tak pernah diketahui atau diingat? Pembunuh kejam dalam mimpi Anda tadi malam bisa jadi petugas pengisi bensin mobil Ayahmu ketika kamu masih anak-anak. Kita telah melihat ratusan ribu wajah sepanjang hidup, jadi kita punya suplai karakter yang tak terbatas untuk otak kita untuk digunakan selama bermimpi.

6. Tidak semua mimpi orang berwarna

12% mimpi orang yang tidak buta hanyalah hitam dan putih. Sisanya bermimpi penuh warna. Orang-orang juga memiliki tema yang umum dalam mimpi, yaitu situasi yang berhubungan dengan sekolah, dikejar orang, berlari pelan-pelan/di tempat, pengalaman seksual, jatuh, datang terlambat, orang yang hidup tiba-tiba meninggal, gigi Anda jatuh, terbang, gagal ujian, atau kecelakaan mobil. Tidak diketahui apakah dampak mimpi yang berhubungan dengan kekejaman atau kematian lebih dominan pada orang yang mimpinya berwarna daripada orang yang mimpinya hitam putih.

7. Mimpi tidak bercerita tentang apa mimpi itu
Bila Anda bermimpi tentang suatu subjek, belum tentu bahwa mimpi Anda tentang itu. Mimpi berbicara dalam bahasa yang sangat simbolis. Pikiran yang tak sadar mencoba membandingkan mimpi Anda dengan sesuatu yang lain, yang sama. Seperti menulis puisi dan berkata bahwa sekelompok semut seperti mesin yang tak pernah berhenti. Tapi Anda takkan pernah membandingkan sesuatu dengan itu sendiri, contohnya: “Matahari terbenam yang indah itu seperti matahari terbenam yang indah”. Jadi, apapun simbol yang diambil mimpi Anda, belum tentu menjadi simbol bagi dirinya sendiri.

8. Orang yang berhenti kecanduan sering bermimpi sadar
Orang yang berhenti merokok setelah waktu yang lama, dilaporkan mengalami lebih banyak mimpi sadar daripada yang dialami secara normal. Selain itu, menurut Journal of Abnormal Psychology: “Dari 293 orang yang berhenti kecanduan rokok selama 1 dan 4 minggu, 33% di antaranya mengalami setidaknya 1 mimpi tentang merokok. Di sebagian besar mimpi, subjek menangkap dirinya sendiri sedang merokok dan mengalami emosi negatif yang kuat, seperti panik dan rasa bersalah. Mimpi tentang merokok adalah hasil dari penarikan tembakau, sementara 97% subjek tidak mengalaminya ketika merokok, dan kemunculannya terkait dengan masa absen dari rokok. Mereka dinilai lebih sadar daripada mimpi biasa dan sama umumnya dengan tanda-tanda penarikan tembakau.”

9. Keinginan luar menyerang mimpi kita

Ini disebut Penggabungan Mimpi dan merupakan sebuah pengalaman yang banyak dari kita pernah mengalaminya ketika suara dari dunia nyata terdengar dalam mimpi kita dan digabungkan dengan cara tertentu. Contoh sejenis adalah ketika Anda secara nyata haus dan pikiran Anda menggabungkan perasaan Anda itu ke dalam mimpi. Pengalaman mimpi seseorang yaitu berulang kali meminum gelas air yang besar yang sangat memuaskan dalam mimpi, dan tiba-tiba haus kembali – haus… minum… haus… terus berputar hingga bangun tidur dan menikmati minuman yang nyata. Lukisan terkenal di atas (Dream Caused by the Flight of a Bee around a Pomegranate a Second Before Awakening) oleh Salvador Dali, menggambarkan konsep ini.

10. Anda lumpuh ketika Anda bermimpi

Percaya atau tidak, tubuh Anda secara virtual lumpuh sepanjang tidur – sepertinya untuk mencegah tubuh Anda bergerak karena mimpi Anda. Menurut artikel mimpi di Wikipedia, “Kelenjar mulai mengeluarkan hormon yang membantu mendorong tidur dan saraf mengirim sinyal ke saraf tulang belakang yang menyebabkan tubuh beristirahat dan kemudian lumpuh.”

11. Otak Anda aktif ketika bermimpi

Penelitian telah mengeluarkan bukti yang menyatakan berbagai macam aktivitas otak ketika tidur. Hal ini dibuktikan menggunakan teknologi EEG. Ilmuwan mengidentifikasi lima tahap berbeda ketika tidur, menurut perbedaan aktivitas di dalam otak. Tahap 1-4 dan tahap akhir disebut sebagai tidur rapid eye movement (REM; gerakan mata cepat). Ketika terbangun selama tidur REM, subyek (manusia) melaporkan mereka bermimpi. Dengan pengembangan teknologi citra otak terbaru di awal 1990-an, kita bisa tahu lebih banyak tentang aktivitas otak ketika tidur REM. Peneliti menemukan bahwa wilayah-wilayah tertentu dalam otak sangat aktif selama manusia dalam keadaan tidur REM, bahkan lebih aktif daripada saat bangun tidur. Penelitian telah menemukan bahwa wilayah visual tertentu dalam korteks manusia, yang mengartikan penglihatan kompleks, lebih aktif ketika tidur REM. Aktivitas yang kuat juga ditemukan di sistem limbik, yang merupakan sekumpulan struktur yang berhubungan dengan emosi manusia.

12. Hubungan hewan dan mimpi
Kita tidak bisa 100% pasti bahwa hewan bermimpi seperti manusia, tapi mereka masuk dalam keadaan tidur REM. Tidur REM terjadi di setiap mamalia, meskipun tak termasuk hewan monotrem yang bertelur di Australia. Hipotesis tidur REM, yang dicetuskan Frederic Snyder tahun 1966, menyatakan bahwa banyak mamalia bangun setelah memasuki keadaan tidur REM, sehingga ia menyimpulkan bahwa proses ini digunakan sebagai mekanisme pertahanan. Banyak burung juga memperlihatkan tanda-tanda tidur REM, tapi reptil dan hewan berdarah dingin tidak. Echidna juga masuk keadaan tidur REM, tapi hanya apabila lingkungan sekitarnya bersuhu 25°C. Anjing dan kucing juga mengalami keadaan tidur seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar