Tampilkan postingan dengan label NFF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NFF. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Oktober 2010

DOA

Semoga Perniagaanku Bisa Menyelamatkan dari Azab

E-mail Print PDF
Inilah perniagan sebenarnya. Perniagaan yang bisa menyelamatkan dari azab pedih
 
 
 
Hidayatullah.com--Sepertiga malam. Dunia masih gelap. Hanya terdengar suara jarum jam di dinding masjid “tik…tak…tik..tak” berputar meniti detik demi detik. Hening. Tak ada suara. Manusia lelap dalam peraduan. Bunga tidur yang semerbak membuai tidur mereka. Di tengah ke sunyian, di atas sajadah, aku benamkan sujudku yang dalam. Khusuk. Sebait rintihan yang menghujam di dalam dada. “Ighfirli zunuubi, ya rabbi”. Aku merapal doa itu sambil merintih. Kontan, doa itu menyeruak mengisi setiap relung hatiku.
 
Perlahan tapi pasti, doa itu keluar dari bibirku yang basah. Bulir-bulir putih tak terasa mengalir membasahi pipi. Mataku sembab. Hatiku gerimis. Isak tangisku semakin menggema memecah keheningan. Lalu hilang ditelan sunyi.
 
Dengan air mata yang masih mengalir, aku bangkit di rakaat ke dua. Suara serakku mencoba membaca QS. As-Shaf. Sejenak, aku berhenti di ayat ke- 10 dan 11. Mendadak, sesuatu menghenyak jiwa. Ayat  yang terdapat di surat ke-61 dalam kitab suci umat Islam itu membuatku terpekur, teringat sesuatu di masa silam.
 
Yah, tentang perniagaan. Sebuah perniagaan yang bisa menyelamatkan dari azab pedih. Perniagaan yang didasari iman kepada Allah dan rosul-Nya serta jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah) dengan harta dan jiwa. Itulah  yang membuatku tersentak. Ibarat file komputer yang dibuka kembali. Kenangan hidup sepuluh tahun silam terkuak lebar.
 
Ketika itu, ayat ini pernah saya dengar dari seorang ustadz sewaktu belajar di pesantren dekat rumah di Blitar, Jawa Timur. Sejak itulah, lembaran hidup baru saya buka mengganti lembara lama yang penuh kelabu.
 
Status yatim ketika itu membuatku bernafsu mengejar dunia. Mengumpulkan dunia dengan perasan keringat dan bantingan tulang. “No time without money,” itulah falsafah hidup. Falsafah materialis. Tapi, itu terlampau jauh. Bagiku falsafah itu sekedar bentuk kemarahanku pada nasib, pada takdir tuhan yang memanggil ayahku di waktu kecil. Karena takdir itu pula, aku harus berjuang mati-matian, mengorbankan masa kecilku untuk sekedar membuat perut ibu dan saudaraku kenyang. Membuat mereka tidur lelap. Dan membiarkan mereka tetap tersenyum. Ya, itulah takdirku ketika itu.
 

NOON


Internet Mulai Kehabisan Ruang, Tinggal 5 Persen Alamat Tersisa

E-mail Print PDF
Lebih dari 200 juta alamat internet terpakai dalam sembilan bulan terakhir dan kemungkinan akan ludes pada akhir tahun 2011 

Hidayatullah.com--Versi internet yang paling umum dipakai kini mulai kehabisan ruang. Organisasi global yang membantu mengkoordinasi alokasi alamat-alamat internet hari ini mengingatkan bahwa hanya sekitar 200 juta, atau lima persen saja, dari sekitar empat miliar alamat internet yang masih tersedia.

Organisasi tersebut, The Number Resource Organization (NRO) mengatakan lebih dari 200 juta alamat terpakai dalam sembilan bulan terakhir. NRO sebelumnya telah mengingatkan bahwa versi internet yang sekarang, yaitu Internet Protocol 4 atau IPv4, bisa kehabisan alamat pada akhir 2011.

Lembaga NRO ini, banyak pemerintah dan badan-badan lain sudah berusaha meminta para penyedia jasa Internet untuk mulai memakai versi yang lebih baru, atau IPv6.

Perubahan ini mengharuskan penyedia jasa untuk membeli teknologi baru, tetapi akan memperbanyak jumlah alamat internet yang tersedia menjadi lebih dari 340 triliun triliun triliun, atau angka dengan 39 digit.[voan1/hidayatullah.com]